Kamis, 23 Juni 2011

Sejarah Kebun Binatang Semarang (Bonbin/Taman Margasatwa Semarang)

    Kebun Binatang di Semarang sudah ada sejak tahun 1954, tepatnya di Tegalwareng dan menempati lahan -+ 20 Ha. Pada tahun 1985 kebun binatang Tegalwareng dipindahkan ke dua lokasi yaitu di Taman Lele dan di kelurahan Sukorejo Kecamatan Gunungpati dengan luas lahan -+ 57,5 Ha. Kemudian nama kebun binatang diubah menjadi Taman Margasatwa dan Kebun Raya atau disingkat Taman Margaraya Semarang. Namun masyarakat lebih mengenal tempat ini dengan nama Kebun Binatang Tinjomoyo.
    Taman Margaraya mempunyai peran ganda yaitu sebagai obyek wisata alam dan budaya juga sebagai lahan penghijauan kota. Fasilitas yang terdapat di tempat ini seperti kebun binatang, kebun raya, taman buatan, hutan kota dan taman bermain anak. Pada hari libur juga sering diadakan pertunjukan seni tari dan musik. 
    Pada tahun 2004 pemerintah kota Semarang berencana merelokasi kembali  Kebun Binatang Tinjomoyo, dengan beberapa alasan antara lain : lokasi yang sulit dijangkau dari pusat kota Semarang, tanah yang labil sehingga banyak kandang dan fasilitas lain memerlukan perawatan dan perbaikan, jembatan penghubung ke lokasi juga putus tergerus sungai. Atas pertimbangan tersebut, pada tahun 2006 kebun binatangn Tinjomoyo dipindah ke lokasi lain yaitu di jalan Urip Sumoharjo no 1 Semarang atau dikenal dengan jalan Semarang Kendal km 17. Tepatnya berada di depan Terminal Mangkang Semarang dan menempati lahan -+ 10 Ha. Jalur ini cukup strategis karena berada di jalur pantura. Dan tempat ini berganti nama menjadi Taman Margasatwa Semarang (Bonbin Mangkang / Kebun Binatang Semarang).
   Konsep yang ditawarkan adalah konservasi - edukasi - rekreasi. Koleksi satwa saat ini kurang lebih 40 jenis satwa (binatang), terdapat pula berbagai jenis flora (tumbuhan) yang melengkapi kawasan ini. Taman bermain anak, waterboom juga fasilitas pendukung lainnya seperti mushola, tempat parkir, dll menambah lengkap Kebun Binatang Semarang.